Agama & Rohani

Penyebab Meninggalnya Ustadz Jeffry

Posted on April 26, 2013. Filed under: Agama & Rohani | Tag: |

Salah satu ustadz kesayangan kita, Ustadz Jeffry, telah meninggal. Apa penyebabnya? menurut kabar, beliau meninggal akibat menabrak pohon pada saat menunggangi MOGE (motor gede) kesayangannya. Apakah penyebabnya adalah pohon besar yang meminta tumbal seorang ustadz? ataukah motor gede nya yang meminta tumbal? ataukah motor gede termasuk tidak mudah dikendarai? ataukah UJ sedang galau sehingga menabrak pohon besar lalu meninggal?

Hari ini hari Jum’at tanggal 26 April 2013. UJ meninggal pada hari jumat, tentunya itu adalah hari yang paling baik untuk meninggal. Tapi apakah UJ sengaja memilih hari jumat untuk meninggal? menurut prasangka positif saya, UJ meninggal pada hari Jumat karena memang dipilihkan oleh Allah hari terbaik untuknya karena amal amal baiknya selama hidup di dunia. Lalu mengapa orang baik amalnya kok meninggal pada usia yang muda? menurut pengalaman informasi yang saya dapat, orang yang amalnya baik justru kalau meninggal malah pada usia muda, karena Allah sayang padanya dan ingin segera bertemu dengannya, maka dipercepat dia menuju akhirat.

sedangkan, kita yang hidup berlama-lama ini masih terlalu banyak dosa dan kurang amal baik, makanya oleh Allah kita diberikan kesempatan hidup berlama-lama. Dengan demikian, kita patutnya segera sadar bahwa kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupan kita. Semoga kita bisa selalu ingat, karena saya sendiri pun lebih sering lupanya dari pada ingatnya.

Mengapa UJ meninggal dengan cara menabrak pohon?

Analisa positif saya adalah bahwa pohon itu salah satu sumber kehidupan dimana UJ menuju hakikat sumber kehidupan yaitu Allah. Pohon hanyalah sebuah tanda untuk bagi yang bisa membacanya. Jadi, meninggalnya UJ sama sekali tidak ada kaitannya dengan klenik dan segala macamnya.

Kenapa UJ meninggal dengan cara kecelakaan bukan dengan cara sakit?

Meninggal dengan cara kecelakaan itu memakan durasi yang lebih cepat sehingga yang meninggal tidak perlu berlama lama menahan sakit berkepanjangan. Itu juga karena UJ termasuk orang yang dosanya mungkin kalau dibanding dengan orang lain lebih sedikit (ini mungkin lho ya). Nah karena UJ termasuk sedikit dosanya, maka dipercepat juga proses kematiannya. Kenapa demikian? itu karena orang yang berlama lama sakit kemudian meninggal setelah lama menderita penyakitnya itu karena banyak dosa yang harus ia tebus melalui sakitnya, dan jalan penebusan itu dipilihkan oleh Allah bukan oleh orang tersebut. Hal tersebut karena Allah lebih tau apa yang terbaik untuk umatnya. Maka, kita sebagai makhluk ciptaan Allah, wajib selalu berprasangka baik pada Allah, karena memang demikian adanya.

Saya menulis tentang dibalik meninggalnya UJ ini karena dulu UJ sempat memberikan penjelasan tentang Kiamat 2012 yang sekarang sudah terbukti kebenaran pendapatnya tersebut. Saya menggunakan kutipan dari UJ pada saat menulis postingan tentang kiamat 2012. ini dia postingannya: https://alivfaizalmuhammad.wordpress.com/2009/02/25/menanggapi-kiamat-2012/

http://musisi.org

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Menyikapi posting blog masjidancol.wordpress.com “Kiat sederhana memakmurkan masjid”

Posted on Mei 25, 2010. Filed under: Agama & Rohani | Tag:, , , , , , , , , , , , , |

Ketika melihat dashboard saya di wordpress.com, saya sengaja mengecek tulisan tulisan terbaru di wordpress.com, nah mampirlah saya di blog masjidancol.wordpress.com yang saat itu memposting “kiat sederhana memakmurkan masjid”. saya sangat tertarik dengan ide yang disampaikan. untuk itu saya tergelitik untuk mengomentari posting tersebut melalui beberapa ulasan dari saya. tapi sebelumnya, alangkah baiknya kita simak dulu posting tersebut, berikut kutipannya di bawah ini:

1. SERUKAN AJAKAN SHOLAT DALAM BAHASA SETEMPAT (INDONESIA, JAWA, SUNDA, DLL) 30 MENIT SEBELUM JATUH WAKTU SHOLAT / SEBELUM AZAN. SEBAGAI CONTOH : “KEPADA YTH.BAPAK-BAPAK, IBU-IBU, ADIK-ADIK REMAJA PUTERA DAN PUTERI YANG HENDAK MELAKSANAKAN SHOLAT (MAGHRIB, ISYA, SUBUH) BERJAMAAH, DIPERSILAHKAN UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DATANG KE MESJID. WAKTU SHOLAT BERJAMAAH ±30 MENIT LAGI.”
2. 15 MENIT KEMUDIAN, ULANGI SERUAN YANG SAMA, “KEPADA YTH.BAPAK-BAPAK, IBU-IBU, ADIK-ADIK REMAJA PUTERA DAN PUTERI YANG HENDAK MELAKSANAKAN SHOLAT (MAGHRIB, ISYA, SUBUH) BERJAMAAH, HARAP BERSEGERA UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DATANG KE MESJID. WAKTU SHOLAT BERJAMAAH ±15 MENIT LAGI.”
3. 10 MENIT KEMUDIAN, ULANGI SERUAN YANG SAMA, “KEPADA YTH.BAPAK-BAPAK, IBU-IBU, ADIK-ADIK REMAJA PUTERA DAN PUTERI YANG HENDAK MELAKSANAKAN SHOLAT (MAGHRIB, ISYA, SUBUH) BERJAMAAH, HARAP BERSEGERA UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DATANG KE MESJID. WAKTU SHOLAT BERJAMAAH ±5 MENIT LAGI.”
4. AZAN
5. SHOLAT QOBLIAH, TUNGGU BEBERAPA SAAT, ±5 MENIT, BARU KEMUDIAN….
6. IQOMAT
7. SHOLAT BERJAMAAH.

begitulah tips yang diberikan oleh blog masjidancol.wordpress.com

nah sekarang akan saya bahas melalui 2 sudut pandang. 1 akan saya kaitkan dengan matakuliah linguistics tepatnya di area pragmatics, dan 2. saya kaitkan sedikit dengan keagamaan, disini yang saya maksud adalah hadits nabi.

1. dari sisi linguistics (pragmatics)

– Penulis memberikan seruan dengan jarang masing masing berjarak sekitar 5 dan 10 menit, yang diawali 30 menit sebelum adzan. pengumumannya diserukan menggunakan bahasa lokal, kebetulan yang digunakan adalah bahasa Indonesia. sebenarnya apapun bahasanya, tujuannya adalah supaya orang orang sekitar mendengar dan memahami seruan itu.memang akan berbeda ketika seruannya menggunakan bahasa arab, misalkan adzan, orang bisa mendengar namun belum tentu bisa memahami. tapi jika menggunakan bahasa lokal maka akan mudah dipahami.

– seruan pertama ke dua dan ketiga, meskipun kalimat dan kata kata yang diguanakan tidak sepenuhnya persis, tapi menurut saya ketiga seruan itu bisa dibuat lebih singkat menjadi satu kalimat saja yang bisa diulang ulang 3 kali. tetapi yang perlu digaris bawahi disini adalah bukan struktur kata katanya, tetapi makna yang disampaikan. nah maka itu saya rasa akan seru untuk menelaahnya menggunakan kacamata ilmu pragmatics. bahasan lebih detail yaitu pada ranah Speech act, dan lebih kusus lagi pada Perlocutionary act.

– Di dalam ilmu pragmatics, dikenal istilah speech act atau dalam bahasa indonesia lebih dikenal dengan sebutan tindak tutur. maksudnya adalah dalam sebuah ungkapan atau tutur kata, terdapat sebuah tindakan. misalkan saja ungkapan “saya minta maaf telah menginjak kaki anda”. ungkapan tersebut mengandung tindakan yaitu “tindakan minta maaf” dalam mata kuliah linguistics pragmatics dikenal sebagai the act of promising. phenomena diatas dikenal dengan sebutan illocutionary act. nah pada seruan pertama, kedua, dan ketiga di atas, illocutionary act yang hadir adalah the act of reminding atau tindakan mengingatkan karena tujuannya memang mengingatkan waktu solat kepada orang orang sekitar masjid. nah, tetapi ternyata tindakan mengingatkan yang termasuk dalam illocutionary act tersebut bisa menimbulkan efect lain yaitu yang disebut dengan perlocutionary act. artinya si pendengar illocutionary act tersebut (tindakan mengingatkan / the act of reminding) terkena efek dari tindakan tersebut. nah sekarang apakah efeknya?

– sebelum kita menelaah efek apa yang ditimbulkan tindakan mengingatkan di atas (the act of reminding), kita lihat contoh perlocutionary act yang saya kutip dari buku Introduction to Linguistics oleh ibu Nirmala Sari terbitan depdikbud tahun 1988. berikut contohnya: sepasang suami istri hendak bepergian ke sebuah pesta. karena dirasa terlambat, si suami mengingatkan si istri yang masih sibuk berdandan “ma…kita sudah telambat lho..”. seruan oleh si suami tersebut terdapat illocutionary act yaitu the act of urging (menasehati / memburu burui/memberi tahu dsb.). nah, tetapi karena kemudian si suami mengulang ulang seruan tersebut setiap menitnya berulang ulang, maka seruan tersebut awalnya yang dimaksudkan untuk (the act of reminding/urging = illocutionary act) mengingatkan bahwa waktunya sudah mepet alias terlambat, berubah menjadi perlocutionary act yaitu the act of irritating (menyakitkan / mengganggu). nah si pendengar di sini adalah si istri, maka istri tersebut yang terkena efek dari perlocutionary act. nah bagaimana sinkronisasi bahasan ini dengan seruan sholat 30 menit lebih awal, menggunakan bahasa lokal, dan berulang ulang.

– jika mau jujur, kita semua ini kebanyakan malas sholat, bahkan ketika mendengar seruan sholat saja kita cenderung ogah ogahan. maka ketika mendengar seruan tersebut, yang meskipun tujuan awalnya adalah mengingatkan, tetapi secara natural naluri manusia akan cenderung merespon secara negatif terhadap panggilan tersebut. lebih lebih bagi orang yang memang kesehariannya jarang atau bahkan tidak ke masjid. artinya seruan seperti ini membuat para pendengarnya pada sakit telinga, atau pada panas telinganya, atau terbakar telinganya, atau apalah sebutannya. cara ini terkesan memaksa, mungkin cara ini akan efektif untuk menyedot para pengunjung masjid, tetapi kehadiran mereka bisa saja dibarengi dengan rasa tidak ikhlas, kecuali bagi orang orang yang sadar dan berpositif thinking. bisa juga bagi orang orang yang memang tertutup hatinya malah akan menyimpan dendam pada si penyeru tersebut dan bahkan bersumpah tidak akan menginjakkan kakinya ke masjid karena merasa disakiti hatinya. nah, kalau sudah begini, yang jadi korbannya adalah si masjid itu sendiri yang kehilangan calon penggemar 😀 .

– akan tidak adil jika hanya mengupas sisi pragmatics nya saja. seolah olah saya menyalahkan ide seruan 30 menit sebelum sholat jamaah dimulai. sekarang akan saya kupas dari sisi agama yang dalam hal ini saya bertengger pada salah satu haditz nabi.

– sayangnya saat ini saya hanya bisa mengingat kandungan dari hadits tersebut, tetapi belum bisa menulisnya di sini, mungkin dilain kesempatan akan saya cantumkan referensi detail dari hadits tersebut.

– hadits tersebut bermaksud kurang lebih ” bahwa dalam melakukan kebaikan kitu itu memang harus dipaksa dulu, tapi nanti toh juga akan mengerti efek positifnya, karena kita cenderung susah melakukan hal hal yang menuju kebajikan” nah kira kira demikian isi haditsnya, kalau ada kesalahan mohon direvisi, karena informasi seperti ini kalau disalahgunakan bisa jadi dosa, kata ustadz saya.

– artinya seruan tadi yang terkesan begitu memaksa, memang tetap harus dilakukan, lama kelamaan mereka yang tidak mau meramaikan masjid dengan berjamaah di masjid, akan terbiasa dan terbuka hatinya kemudian menyadari betapa besar manfaat dari seruan tadi. satu lagi yang perlu dilihat adalah ketika seseorang sudah beberapa kali hadir di masjid,maka dia akan merasa jadi anggota masjid itu sendiri, sehingga seruan seperti diatas tidak lagi terkesan memaksa tetapi justru mengajak.

Demikian dulu ulasan dari saya, semoga memberi manfaat. nampaknya jari jari saya sudah mulai kelelahan. mohon pamit dulu, saya mau melanjutkan mengajar. tadi saya menulisnya pas jam istirahat.

jangan lupa tinggalkan komentar.

wassalam,

Aliv Faizal Muhammad

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Perjalanan ibadah umrah bersama Nurush Shobah

Posted on Mei 19, 2010. Filed under: Agama & Rohani | Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Bagi anda yang berniat melaksanakan ibadah Umrah, bisa menghubungi Nurush Shobah melalui blog ini. Anda bisa menghubungi Bpk. H. Moh. Ektono, S.Pd, SH, M.H. (hp) 081326462889 atau (XL) 087833256489

PASTIKAN ANDA AKAN BERANGKAT UMRAH DENGAN HARGA MURAH DAN PELAYANAN YANG PRIMA, INSYAALLAH MEMUSAKAN.

Di atas adalah Photo Rombongan Umrah Nurush Shobah. Berikut adalah Jadwal dan Kegiatan selama Tour Ibadah Umrah.

HARI 1 : SEMARANG – JAKARTA – MADINAH / 19 Maret 2009
Pk. 08.00                  : Diharapkan para jama’ah telah tiba di Bandara Juanda
Pk. 09.20 – 10.20 : Penerbangan dari Semarang menuju Jakarta
Pk. 13.20 – 18.30 : Penerbangan dari Jakarta menuju Madinah
Setelah pemeriksaan Imigrasi, kita lanjutkan perjalanan menggunakan Bus menuju Madinah. Setiba di Madinah Check in hotel dan istirahat

HARI 2 : MADINAH / 20 Maret 2009
Setelah sholat Shubuh dan makan pagi di hotel, kita akan ziarah ke Makam Rasulullah dan sahabat Nabi Abu Bakar dan Umar serta memperbanyak ibadah di Raudah di dalam Masjid Nabawi. Kesempatan untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT,
Setelah makan siang, acara bebas kesempatan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.

HARI 3 : MADINAH / 21 Maret 2009

Setelah sholat Shubuh dan makan pagi di hotel, ziarah mengunjungi :
MASJID QUBA, Masjid pertama yang dibangun oleh Rosulullah ketika pertama kali memasuki kota Madinah pada waktu Hijrah. Diharapkan seluruh jama’ah telah berwudhu dari hotel agar mendapat pahala satu Umrah.
MASJID QIBLATAIN / Masjid dua kiblat di masjid ini Rosulullah SAW mendapatkan wahyu untuk menghadapkan wajah ke Ka’ bah sebagai Qiblat dimana sebelumnya Qiblat orang – orang Sholat adalah Masjidil Aqso.
JABAL UHUD, Tempat pemakaman Suhada perang Uhud antara lain Paman Rasulullah SAW, Sayyidina Hamzah dll. Dalam menghadapi perang inilah Rosulullah SAW terluka terkena panah. Semua kaum Muslimin memenangkan peperangan, tetapi karena rebutan harta rampasan perang akhirnya berbalik di menangkan oleh kaum Kafir Quraish.
MASJID TUJUH / KHANDAK, Sesungguhnya yang dikenal sebagai masjid ditempat itu adalah pos pertahanan Rosulullah dan para sahabat ketika perang Khandak. Basis pertahanan kaum Muslim menghadapi penyerangan kaum Quraish dari Mekkah.
KEBUN KURMA, Merupakan tempat untuk berbelanja kurma langsung di kebunnya di sini dijual juga berbagai oleh – oleh untuk rekan & keluarga.
kita akan ziarah ke Makam Rasulullah dan sahabat Nabi Abu Bakar dan Umar serta memperbanyak ibadah di Raudah di dalam Masjid Nabawi. Kesempatan untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT,

HARI 4 : MADINAH / 22 Maret 2009
Sholat Subuh berjama’ah di Masjid Nabawi dilanjutkan acara bebas

HARI 5 : MADINAH – MEKKAH / 23 Maret 2009
Sholat Subuh berjama’ah di Masjid Nabawi dilanjutkan acara bebas dapat diisi dengan persiapan untuk melaksanakan Ibadah Umrah ( Mandi Ihram ).
– Sebelum Sholat Dzuhur koper & Barang – barang sudah siap di depan pintu kamar masing – masing.
– Usai santap siang kita Check out dari hotel untuk selanjutnya menuju Makkah menggunakan Bus dan kita akan mengambil Miqod di Masjid Bir Ali.
Malam hari diharapkan telah tiba Madinah untuk memulai melaksanakan Ritual Ibadah Umrah ( Tawaf, Sa’I dan Tahalul )

HARI 6 : M E K K A H / 24 Maret 2009
Sholat Subuh berjamaah di Masjidil Haram. Dilanjutkan santap pagi dan acara bebas dapat di isi dengan memperbanyak Ibadah di Masjidi Haram dan Malam hari kita dapat isi dengan melaksanakan UMRAH SUNAH

HARI 7 : M E K K A H / 25 Maret 2009
Sholat Subuh berjamaah di Masjidil Haram. Dilanjutkan santap pagi dan ziarah mengunjungi beberapa tempat sejarah antara lain :
Jabal Nur, Tempat letaknya Gua Hiro waktu pertama kali Rasullullah SAW menerima wahyu pertama.
Jabal Tsur, Tempat Rasullullah SAW bersembunyi dari kejaran kaum Kafir ketika mau Hijjrah ke Madinah.
Padang Arafah, Tempat wukufnya seluruh jama’ah Haji tgl 09 Dzulhijjah.
Jabal Rahmah, Tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah terusir dari surga.
Mina, Tempat pelontaran Jumroh Jama’ah Haji pada hari – hari Tasrik

HARI 8 : MEKKAH – JEDDAH – JAKARTA / 26 Maret 2009
Sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram. dilanjutkan dengan santap pagi dan acara bebas sambil mempersiapkan check out dari hotel. Setelah Sholat Dhuhur kita Thowaf Wada’, dilanjutkan perjalanan ke Jeddah UNTUK City Tour mengunjungi KOMPLEK ISTANA RAJA FATH, LAUT MERAH dan MASJID TERAPUNG terakhir kita Shooping di BALAD
Sore hari kita lanjutkan perjalanan menuju Airport untuk kembali ke Tanah Air
Pk. 20.00 : Terbang dari Jeddah menuju Jakarta

HARI 9 : JAKARTA –JUANDA / 27 Maret 2009
Pk.11.00 : Diharapkan kita akan telah tiba di Jakarta, sejenak transit
dan pindah terminal
Pk.15.00 – 16.00 : Penerbangan dari Jakarta menujuJuanda

Demikian Rincian kegiatan berdasar Fixed schedule dari Nurush Shobah. Tentang detail kegiatan dan beberapa ulasan dari masing masing kegiatan dan object akan dibahas di bab lain.

Terima Kasih

Aliv Faizal Muhammad

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Umrah

Posted on April 17, 2009. Filed under: Agama & Rohani | Tag: |

Sebuah keluarga dikatakan benar benar mendapatkan kenikmatan puncaknya jika seluruh anggota keluarganya bersatu padu menuju jalan Allah. Di saat itulah nikmatnya iman menyepuh para anggota keluarga itu dengan emas. Semoga perjalanan wisata hati nun religious ini menuntun jejak nasab kami (Bani Muhammad Ibsnu Siena) berikutnya. Amin, amin, amin…

The Paradise Family

The Paradise Family

Berpose dengan background Laut Merah.

Kebersamaan di Jabah Rahmah

Photo di Jabal Rahmah, bukit di mana Nabi Adam AS dan Siti Hawa bertemu. Di bukit ini, bagi yang ingin mendakinya kemudian berdo’a di tugu kecil di atas bukit, perlu sedikit perjuanganl sebab bukitnya penuh dengan batu. namun lagi lagi dengan ridha Allah semua akan lancar lancar saja. setibanya di atas bukit orang orang mendekat ke tugu dan berdo’a. konon di sini tempat memanggil teman dan kerabat yang ingin pergi ke tanah suci tapi belum juga dipanggil. selain itu mitos yang lebih kuat lagi, tempat ini digunakan untuk meminta jodoh pada Allah.

Menariknya, ada yang mencoba berspekulasi menggunakan tempat ini sebagai promosi kepada tuhan. misalnya, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, ada orang yang meninggalkan kartu nama. ternyata sebuah institusi/kampus. dimaksudkan untuk memanggil calon mahasiswa supaya kampusnya laris manis..he.he.he..ada aja..

Bersama di depan Masjidil Haram

Bersama di depan Masjidil Haram

Photo dengan background masjidil haram. photo ini diambil sore hari menjelang maghrib. saking senengnya shalat di masjid penuh rahmat ini, berangkatnya pun sekitar satu jam sebelum maghrib. andaikan kebiasaan seperti ini juga tumbuh subur di tanah air, maka..hemmm…

masjidil haram

masjidil haram

Keluarga ini tergolong aneh, lumrahnya orang mau photo nyari background aja kok jauh jauh ke Makkah al mukaromah..

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Dahulukan segala urusanmu dengan Allah, maka Allah akan mendahulukan segala urusanmu

Posted on Desember 12, 2008. Filed under: Agama & Rohani |

“Dahulukan segala urusan dengan Allah, maka Allah akan mendahulukan segala urusanmu”.

Kata kata di atas selalu saja di sampaikan oleh ayahku H. Moh. Ektono, SH, M. Hum, S. Pd setiap kali aku pulang ke kampung halamanku di setiap kesempatan ia dapat untuk terus mengingatkanku akan hal itu. Ibuku Hj. Siti Kholisoh adalah seorang ibu yang rajin beribadah, beliau selalu mengingatkanku untuk membaca tahlil setiap malam jum’at, membaca surat al-mulk setiap selesai sholat maghrib, dan memberiku bacaan bacaan dzikir yang ia dapatkan dari kegiatan thoriqoh.

Ayahku, bapakku sangat perhatian dengan hal keagamaan. Beliau ingin anak anaknya menjadi orang orang ahli ibadah. Akupun ditularinya berbagai bacaan dzikir kesehariannya. Bapakku berkata “jadi orang muslim itu harus yang “nggames wiridan” (Haus/lapar untuk berdzikir/selalu ingin berdzikir) dan menemukan kesenangan dan kenikmatan di dalamnya. Apa yang telah aku dapat dan aku jalankan benar adanya, bahwa dekat dengan Allah itu membawa ketenangan batin yang luar bisa. Pernah beberapa kali ketika aku merasa sumpek, kehidupan serba tidak nyaman, seperti ada yang salah dengan proses kehidupannku yang sedang aku jalani di hari demi hari itu, telusur punya telusur dan lewat penelaahan yang mendalam akhirnya aku dapati itu semua terjadi karena aku jauh dari hal hal yang diajarkan bapakku.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...